Posts

JADI ORANG TUA?? SIAPA TAKUT!

Image
  Hi intipers... mungkin di antara kalian status di KTP nya sudah berubah menjadi menikah?? Bagi yang belum jangan bersedih hati ya, terus usaha jangan kasih kendor... suatu hari kalian pasti akan menemukan orang yang tepat. Nah, bagi yang sudah menikah memang terkadang comment dari pihak luar sangat beragam. Ada saja yang ‘kritis’ bertanya soal progress kehidupan kita. Mulai dari udah ‘isi’ belum? (isi toge & kol kali maksudnya... gehu mereun...), udah ‘nambah’ belum? (ini yang ditanya konteksnya apaan dah..), dan udah-udah yang lainnya. Sebetulnya yang perlu dipahami adalah kesiapan pribadi masing-masing secara lahir dan batin untuk menjadi orang tua. Kalau untuk proses berkembang biaknya tanpa diajari secara naluri semua manusia pasti bisa, tapi untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas buah yang sudah dibuat tidak semua orang mampu menjalaninya. Menurut saya menjadi orang tua itu adalah fase paling dahsyat dalam hidup. Tidak semua orang dipercaya untuk menjadi or...

Semuanya Hanya Titipan...

Image
Waspada terhadap lisanmu! Apapun yang ente ucapkan bisa jadi doa yang mustajab untuk diri sendiri maupun orang lain. Belum lama ini saya mendengar cerita dari seorang teman, dia menceritakan pengalaman hidupnya semasa sulit dulu. Ringkasnya, orang yang memiliki posisi lebih baik pada saat itu sempat menyepelekan teman saya yang notabenenya masih dalam keadaan yang kurang beruntung. Hingga orang tersebut sempat membuat luka di hati teman saya. Teman saya yang pada saat itu tidak memiliki daya hanya bisa memasrahkan diri, berharap suatu saat Allah akan membuat keadaannya menjadi lebih baik. Dan benar saja, setelah bertahun-tahun teman saya tidak lagi mengetahui kabar mengenai orang yang dulu pernah meremehkannya, ternyata nasib hidupnya tidak menjadi lebih baik dibandingkan dengan teman saya ini. Mengetahui hal tersebut, teman saya justru merasa prihatin. Begitu luar biasa kuasa Allah sehingga balasan dari perbuatan orang tersebut membuatnya sempat merenung. Bahwa segala sesuatu yan...

Divorce isn't My Style

Image
Divorce alias perceraian adalah pilihan tersulit bagi sepasang suami istri yang sebelumnya mungkin menjalani kehidupan pernikahan yang cukup normal. Kalau ada yang melakukan perceraian dengan begitu mudahnya dan kemudian ‘berburu’ pasangan baru, bisa dikatakan orang tersebut melakukan pernikahan hanya untuk sekedar main-main saja. Sebagai manusia yang memiliki iman dan menyadari penuh bahwa perintah untuk menikah adalah salah satu cara yang diberikan Allah untuk melindungi wanita dan laki-laki dari fitnah. Singkatnya, pernikahan  itu sakral. Dikatakan sakral karena ketika seseorang menikah, mereka mengucap janji dan bersumpah atas nama Allah di depan penghulu, wali dan para saksi. Tapi lucunya, kebanyakan dari manusia tidak menggubris apa makna pernikahan sebenarnya. Alih-alih tidak lagi sejalan, pernikahan bisa seketika dibubarkan. Begitu sepelekah janjimu di hadapan Allah? Sadarkah kalian bahwa pasukan setan sudah siap sedia memborbardir manusia yang konsisten melakukan ke...

Say No to 'Nyinyir'

Image
Tidak ada seorang pun yang berhak menghakimi orang lain. Belum tentu kitalah yang paling benar di mata Allah. Bisa jadi orang yang kita ‘nyinyirin’ itulah yang memiliki derajat yang lebih baik di mata Allah. Salah satu bentuk habluminannas (suatu rangkaian pekerjaan yang berhubungan langsung dengan manusia) yakni saling mengingatkan, yang pastinya mengingatkan untuk hal kebaikan. Tapi lagi-lagi mengingatkan bukan dengan cara merasa dirinya paling baik, paling benar, paling pintar, dan paling-paling yang lainnya... Hati-hati dengan cara halus syaitan yang berusaha mengusik kejernihan hati kita dengan godaannya untuk mengucapkan lisan mubadzir kepada orang lain. Na’udzubillah... Perbanyaklah introspeksi diri. Berusalah untuk tidak usil dengan kehidupan orang lain. Karena sesungguhnya apapun yang dilakukan setiap manusia kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah melalui yaumul hisab, hari dimana Allah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal mereka dengan seadil-...

Renungkan Sejenak...

Image
Pernahkah para intipers menyadari dosa? Perkara itu memang tidak pernah dapat dilihat wujud nyatanya, akan tetapi nurani bisa merasakan bahkan menyadarinya. Entah karena sedari kecil kita terbiasa terdoktrin dengan hal-hal yang membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Baik atau buruknya sesuatu itu relatif, begitupula dengan benar dan salah. Tapi kebenaran itu mutlak dan kekal. Seperti ketika kita melihat adegan film, dimana kebenaran itu selalu nampak di akhir. Mau seperti apapun dijelaskannya di awal, tetap saja kita akan mengetahui kebenaran itu nanti… yaa… nanti… entah itu kapan. Sulitnya mempertahankan kebenaran sehingga banyak di antara kita yang akhirnya bosan dan terpaksa mengalah dengan keadaan hingga akhirnya lebih memilih untuk menyerah dan terjerumus ke dalam dosa. Sebegitu  dahsyatnya kah godaan?! Terkadang ane sendiri tidak mengerti mengenai skenario yang kita jalani. Namun keyakinan terhadap Sang Pemilik Hidup membuat kita mampu berpasrah terhadap segala...

Dilarang Membandingkan Kehidupan Kita Dengan Kehidupan Orang Lain!

Image
Ish… ini judul kenapa tiba-tiba berani melarang pembacanya, pakai tanda seru segala lagi! Woles intipers… Ane bukan bermaksud untuk melarang siapapun untuk itu kok. Ini cuma satu bentuk empati ane kepada sesama untuk saling mengingatkan saja. Ayo jujur-jujuran deh… semakin kita membandingkan kehidupan kita sendiri dengan kehidupan orang lain, maka akan semakin timbul penyakit hati yang ada di dalam diri kita. Karena kebanyakan manusia lebih mengedepankan nafsu duniawi daripada menyadari bahwa yang kita miliki ini hanya titipan semata. Oke… ane mungkin terlalu bersu’udzon kepada para intipers. Ada yang merasa dirinya tidak seperti dugaan ane. Yaa… memang tidak semua sih, tapi kebanyakan dari kita memang sulit untuk menerima kenyataan hidup sehingga begitu lemah manusia untuk lebih mendengarkan bisikan syaitan melalui indera penglihatan bahwa kehidupan orang lain lebih enak daripada kehidupan kita sendiri. Ujung-ujungnya kita menjadi manusia yang tidak bisa bersyukur. Bisanya hanya me...

Menikah Bukan Hanya Ceremonial Tapi Sakral

Image
Banyak yang masih berpikir bahwa menikah adalah hal yang perlu dan patut untuk dirayakan. Bahkan hingga mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Resepsi menjadi satu kewajiban yang perlu dilaksanakan setelah ijab qabul dilakukan. Memang merayakan kebahagiaan adalah hal wajar dan manusiawi, namun jika perayaan itu niatnya agar ingin dipuji atau bahkan menimbulkan kemubaziran bisa-bisa kesakralan dari pernikahan itu menjadi samar maknanya. Hal terpenting dari sebuah pernikahan bukanlah pada saat hari perayaannya semata, tetapi kehidupan setelah pasangan mengikrarkan janji di hadapan penghulu dan para saksilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari pernikahan. Pernikahan bukan perkara main-main, dimana ketika salah satunya sudah merasa bosan atau jenuh bisa meninggalkan begitu saja. Pada prosesnya tidak ada pernikahan yang berjalan tanpa halangan atau hambatan. Setiap prosesnya penuh warna warni, kerikil-kerikil tajam bahkan berliku-liku. Kesakralan dari pernikahan itu sendiri...