Semuanya Hanya Titipan...

Waspada terhadap lisanmu! Apapun yang ente ucapkan bisa jadi doa yang mustajab untuk diri sendiri maupun orang lain. Belum lama ini saya mendengar cerita dari seorang teman, dia menceritakan pengalaman hidupnya semasa sulit dulu. Ringkasnya, orang yang memiliki posisi lebih baik pada saat itu sempat menyepelekan teman saya yang notabenenya masih dalam keadaan yang kurang beruntung. Hingga orang tersebut sempat membuat luka di hati teman saya. Teman saya yang pada saat itu tidak memiliki daya hanya bisa memasrahkan diri, berharap suatu saat Allah akan membuat keadaannya menjadi lebih baik. Dan benar saja, setelah bertahun-tahun teman saya tidak lagi mengetahui kabar mengenai orang yang dulu pernah meremehkannya, ternyata nasib hidupnya tidak menjadi lebih baik dibandingkan dengan teman saya ini.

Mengetahui hal tersebut, teman saya justru merasa prihatin. Begitu luar biasa kuasa Allah sehingga balasan dari perbuatan orang tersebut membuatnya sempat merenung. Bahwa segala sesuatu yang dimiliki di dunia ini tidaklah kekal, semua hanya titipan. Bahkan ruh yang berada dalam jasad ini pun hanya titipan. Suatu saat pasti akan kembali kepada pemilik-Nya. Bahkan ketika kita diberikan kesempatan untuk memiliki materi di dunia ini entah harta, tahta, pasangan, keluarga, keturunan, dan masih banyak jenis lainnya harusnya kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah semua titipan ini mampu kita jaga secara adil dan amanah. Jangan-jangan malah berpikir semua itu rejeki semata yang nanti tidak akan dihisab dan ditanya pertanggungjawabannya.

Semua yang kita miliki hanyalah titipan semata

#earth #sky#riba #france #rasulullah #sunnah #magrib #Allah  #dahaga  #odoj #palestine #brazil #mexico #germany #worldcup2018 #hadist #syirik #sihir #kabur #erlandhinonews #riba  #alaqsha #zina #pahala #which #2019GantiPresiden #sabar #indonesia #quotesoftheday #quotesindonesia #argentina

Kebanyakan manusia menjadi lupa diri ketika semua 'titipan' itu seketika ditarik kembali oleh Sang Pemilik seolah-olah itu adalah mutlak miliknya. Hingga ekspresi kekecewaaan sampai-sampai depresi melanda jiwa manusia-manusia yang tidak mengerti hakikat kehidupan itu sebenarnya hanyalah titipan. Kita dititipkan di dalam rahim Ibu yang sebelumnya hanya berupa gumpalan darah yang berkembang menjadi daging kemudian dibentuk begitu sempurna sehingga menjadi janin yang siap dititipkan ruh yang sampai pada akhirnya dilahirkan ke dunia. Lihat, dari awal penciptaan manusia pun termasuk makhluk lainnya intinya hanyalah 'dititipkan'. Tidak ada garansi khusus yang menyatakan bahwa ini mutlak milik kita, makhluk yang tidak memiliki kuasa apapun tanpa seizin-Nya. 

Banyak-banyak menghirup udara sehabis Subuh supaya lebih bersyukur karena masih diberi kesempatan bangun dari tidur. Supaya bisa menyegerakan diri untuk berbenah, dan ini berlaku untuk saya juga. Rugi banget kalau kita bertemu dengan Sang Pencipta dalam keadaan yang belum sempat bertaubat... Na'udzubillahi mindzalik....

*by Dita Gita Listian

Comments

Popular posts from this blog

You’re Not Important.. but My Self ???

Hidupmu Tidak Semalang Pikiranmu

Tidak Masalah Kuper yang Penting Kualitas Super